Para pedagang tanaman hias

Para pedagang tanaman hias yang tergabung di sepanjang Jl I Gusti Ngurah Rai, Malakajaya dan Malakasari, Durensawit, Jakarta Timur, rencananya akan dipindah ke terusan Jl I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di dekat jembatan Kanal Banjir Timur (KBT) Pondok Kopi.

Camat Durensawit, Wahyu Priyatna, saat dihubungi wartawan, Jumat (20/05/2011), menuturkan bahwa hal itu dikarenakan akan digunakan untuk pelebaran jalur busway koridor 9 (Kampungmelayu – Pulogebang).

"Rencana pemindahan lokasi itu masih dalam pembahasan dan belum final. Alternatif tempat pemindahan lainnya adalah di kawasan Pulogebang, Cakung,"

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, para pedagang tanaman hias sudah diberikan sosialisasi tentang rencana proyek pelebaran jalan untuk jalur busway koridor 9. Secara umum para pedagang telah menyepakati pemindahan lokasi tersebut.

Semula para pedagang meminta agar dipindahkan ke belakang Stasiun KA Pondokkopi. Namun hal itu ditolak karena di kawasan tersebut banyak berdiri kafe liar dan pedagang kaki lima, akibatnya lingkungan dapat menjadi lebih kumuh dan semrawut.

"Solusinya adalah akan dipersiapkan lahan di dekat jembatan Kanal Banjir Timur (KBT),” tukasnya.

Saat ini lahan tersebut dimanfaatkan oleh pemilik truk untuk dijadikan pangkalan truk. Sehingga setiap hari, banyak truk yang mangkal di terusan Jl I Gusti Ngurah Rai ini. Terlebih status lahan tersebut kabarnya masih sengketa sehingga aksesnya masih ditutup dan jalannya belum diaspal.

Terkait hal tersebut, Kasudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Timur, Sri Indrastuti, mengatakan, para pedagang dipastikan izin operasionalnya dicabut, dan tidak diperpanjang lagi. Sebab kawasan tersebut akan dijadikan pelebaran jalan untuk jalur busway koridor 9.

Mengenai pemindahan lokasi pedagang tanaman hias ini, sepenuhnya diserahkan pada pihak kecamatan setempat. Sebab ia tidak ingin terlalu turut campur. Kecuali jika sudah ada lahan baru dan ada usulan penerbitan izin usaha maka ia akan memberikannya.

“Prinsipnya, soal pemindahan pedagang tanaman hias itu kewenangan kecamatan, mau dipindahkan ke mana ya terserah, kita tidak ikut campur, kita akan respon jika lokasi baru sudah disiapkan,” katanya.

Menurutnya pemindahan di lahan barupun harus mendapatkan persetujuan dari tim pertimbangan pedagang kaki lima. Tim ini terdiri dari Sudin KUKMP, Sudin Perhubungan, Sudin PU Jalan, Sudin PU Tata Air, Sudin Pertamanan, Satpol PP dan camat terkait.

Ia sendiri mengaku sudah melakukan sosialisasi terhadap pedagang tanaman hias yang tercatat jumlahnya mencapai 60 pedagang. Mereka terdiri dari pedagang tanaman hias, batu nisan, pagar tanaman, tebing, kolam ikan dan sebagainya.

"Mau tidak mau pedagang memang harus segera hengkang dari tempatnya saat ini karena demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak lagi, yakni pembuatan pelebaran jalur busway koridor sembilan" imbuhnya. Demikian catatan online Blogger Tembak yang berjudul Para pedagang tanaman hias.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel