Gunung Lokon kemarin kembali meletus

Gunung Lokon di Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara, kemarin kembali meletus dan mengeluarkan material ke udara dengan ketinggian sekitar 3.000 meter. Letusan pada pukul 10.42 Wita itu lebih besar dari letusan sebelumnya pada Jumat (15/7).

“Letusan ini lebih besar dari sebelumnya tetapi hanya mengeluarkan abu vulkanik,tidak disertai dengan lahar, dan kami tetap mengingatkan seluruh pengungsi memakai masker supaya tidak mengalami gangguan pernapasan,” kata Koordinator Posko Lapangan Tanggap Darurat Bencana PMI Sulawesi Utara Irwan Lalegit di Tomohon kemarin. Gunung Lokon meletus sejak Minggu,12 Juli lalu, dan masih berstatus awas sampai sekarang.

Lalegit mengatakan, hingga kemarin jumlah pengungsi sudah mencapai angka 4.868 jiwa dari 1.355 kepala keluarga yang tersebar di delapan tempat, yang berasal dari Kelurahan Kinilow I, sebagian Kakaskasen, Tinoor I dan II, serta Rungku Wailan. Pengungsi adalah warga yang bermukim di kawasan rawan bencana II, pada radius tiga kilometer dari Kawah Tompuluan.

“Kami melayani 512 jiwa pengungsi di dapur umum dan membagikan selimut dan tikar bagi semua pengungsi tetapi memang masih kurang. Selain itu, mendistribusikan masker bagi warga yang membutuhkan,” kata Lalegit. Pihaknya sedang menunggu konfirmasi dari pemerintah untuk memindahkan para pengungsi ke tempat yang lain, seperti kantor lurah, karena sekolah-sekolah akan digunakan untuk kegiatan belajarmengajar.

Salah seorang warga Kinilow bernama Liza Manoppo mengatakan,dia dan keluarganya memutuskan mengungsi untuk menyelamatkan diri karena keadaan sudah tidak memungkinkan. Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono sudah mengunjungi para korban dan melihat dari dekat bagaimana keadaan dan kebutuhan mereka di pengungsian.

Lokasi yang dikunjungi tersebut masing-masing di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 dan Taman Kota Tomohon. Di SMP Negeri 1 Tomohon terdapat sekitar 1.037 pengungsi yang terdiri dari 563 laki-laki dan 474 perempuan. Sedangkan, di Taman Kota terdapat 894 pengungsi yang terdiri 452 lakilaki dan 442 perempuan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mengimbau kepada warga di kaki Gunung Lokon, Kota Tomohon, dan beberapa desa di Minahasa dan Manado, untuk terus mewaspadai aktivitas gunung itu setelah kembali meletus kemarin pukul 10.42 wita. “Aktivitas Gunung Lokon terus meningkat, bahkan pada pagi hari sempat mengeluarkan pasir di sekitar kawah gunung,” kata Kepala BPBD Sulut Hoyke Makarawung di Manado.

Abu vulkanik yang menyebar sejauh tiga kilometer itu diminta untuk diwaspadai karena risikonya bisa berdampak pada kesehatan manusia. BPBD Sulut mengharapkan masyarakat mengikuti arahan serta perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah dan lembaga terkait serta tidak sembarangan menerima informasi dari pihak tidak dikenal. Demikian catatan online Blogger Tembak yang berjudul Gunung Lokon kemarin kembali meletus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel