Kematian Ernawati binti Sujono

Kematian Ernawati binti Sujono, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ngeseng, Karang Rowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang tewas karena dianiaya majikannya di Arab Saudi, akan segera terungkap.

Kemarin, pihak keluarga korban, sudah melakukan autopsi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Proses autopsi sendiri, dilakukan sekira pukul 16.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Tim autopsi jenazah langsung ditangani oleh Dr Zulhasmar Syamsu dari RSCM. "Hasilnya menunggu satu minggu baru tahu hasilnya," ujar Yenny Larasati, kakak kandung korban, kepada Okezone, Sabtu (30/7/2011).

Ernawati diduga menjadi korban perdagangan orang. Dia diberangkatkan menjadi TKI saat usinya masih 16 tahun. Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang mucikari di Ryad, Arab Saudi, melalui PT Boughsan Labrindo pada 2008.

Ernawati meninggal diduga karena mendapat siksaan dari sang majikan. Sebelum meninggal, kakak kandung Ernawati, Yenny Larasati menerima telepon dari Ernawati, pada 29 Januari 2011. Saat itu, Ernawati dalam kondisi kritis dan muntah darah akibat dianiaya sang majikan. Pada punggungnya banyak luka akibat sabetan selang. Di dahinya juga terdapat luka akibat benturan tembok.

Kemudian keluarga didampingi Migrant Care mengadukan permasalahan tersebut ke Direktorat WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI. Namun, pada 14 Februari 2011, nyawa Ernawati tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan bahwa Ernawati tewas karena bunuh diri dan menelan racun serangga. Namun, hal itu dibantah pihak keluarga yang merasa yakin anggota keluarganya itu tewas karena dianiaya. Demikian catatan online Blogger Tembak yang berjudul Kematian Ernawati binti Sujono.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel