Mendekam selama delapan tahun

Mendekam selama delapan tahun dalam penjara tidak membuat YN alias NR kapok dalam menjalankan bisnis narkoba. YN merupakan jaringan narkoba yang bekerja sama dengan warga Malaysia. Dia kembali ditangkap Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada 10 Juli 2011 lalu di Apartemen City Lofts, di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat tiga kilo gram. YN merupakan warga Indonesia keturunan Tionghoa yang baru enam bulan lalu bebas dari penjara.

Bersamaan dengan YN, polisi juga membekuk KRT alias AND, warga Malaysia. Sehari setelah itu, aparat penegak hukum kembali mencokok seorang tersangka lainnya berinisial SG alias AS di Apartemen Sahid di Jalan Jenderal Sudirman. Dari SG, disita barang bukti lima kilogram sabu-sabu.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji Wijayanto mengatakan jenis sabu yang diedarkan pelaku jenis biasa dan jenis blue ice yang kualitasnya lebih bagus dari sabu biasa dengan total nilai Rp 15 miliar.

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita kurang lebih 50 gram sabu jenis blue ice senilai Rp150 juta. Sisanya 23 bungkus plastik sabu-sabu biasa seberat delapan kilogram.

"Harga sabu blue ice sangat mahal. Satu kilonya saja dijual Rp3 miliar," terang Nugroho di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011).

Dia juga mengatakan, sabu-sabu tersebut dibawa dari Malaysia melalui jalur laut menuju pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Dari Medan, barang haram itu kemudian dibawa oleh kurir melalui jalur darat ke Jakarta. Agar tidak diketahui petugas, sabu-sabu tersebut dikemas di dalam tas.

Dari pengakuan para tersangka, barang memabukkan tersebut baru dua hari berada di Jakarta. Rencananya serbuk kristal itu akan dipasarkan di Jakarta dan sekitarnya.

"Pastinya dijual ke tangan orang-orang yang mampu membeli, karena harganya sangat mahal sekali. Seperti kalangan jetset, kemungkinan juga dijual ke kalangan artis," kata Kasubdit II Ajun Komisaris Besar Eko Saputro pada saat yang sama.

Kini, polisi masih memburu dua orang yang juga dari Malaysia inisialnya AF dan AH. Keduanya diduga bandar dan pemasok sabu asal negeri Jiran. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri untuk melacak keduanya," kata Nugroho.

Barang bukti lain yang berhasil disita berupa 10 butir ekstasi, empat buah handphone, tiga buah timbangan, sebuah paspor Malaysia No A 19239493 atas nama KLT. Juga uang 570 ringgit Malaysia, 5 Yuan, dan 17 ribu Dong Vietnam. Demikian catatan online Blogger Tembak yang berjudul Mendekam selama delapan tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel