The World Agroforestry Centre

Organisasi nonpemerintah atau Non Government Organization (NGO) The World Agroforestry Centre (Icraf) asal Kanada akan membantu mengembangkan sumber daya alam (SDA) pertanian dan kehutanan di Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Pemerintah setempat sudah melakukan kerja sama dengan organisasi tersebut. Direktur Icraf James M Roshetko mengatakan, realisasi proyek Agro Forestry (AgFor) ini juga didukung Centre For International Forestry Research (Cifor) yang merupakan NGO asal Kota Bogor, Jawa Barat, dan didanai The Canadian International Development Agency.

“Proyek AgFor ini akan berlangsung selama 5 tahun. Khusus untuk Sulsel, pelaksanaannya dipusatkan di Bulukumba dan Bantaeng,”ujar Roshetko, warga Kanada,saat melakukan pertemuan di ruang Bupati Bulukumba, Minggu (29/1) lalu. Dia menjelaskan, keberadaan AgFor nanti akan menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan masyarakat petani.

Proyek ini melibatkan masyarakat, pemerintah, dan beberapa LSM guna meningkatkan pendapatan petani melalui sistem agroforestry dan pengelolaan bentang lahan secara tepat. Sementara itu perwakilan Cifor Philip Manalo mengatakan, proyek ini difokuskan pada perbaikan keadaan SDA pertanian, di mana proses memperbaiki akses dan keterampilan dalam menjamin keseimbangan dan kelangsungan sistem pertanian dan kehutanan masyarakat pedesaan.

Kunjungan awal Icraf dan Cifor ini untuk mengetahui kondisi SDA pertanian dan kondisi pengelolaan dan pengetahuan SDM masyarakat dalam mengelola lahan pertanian.“Saya pikir program AgFor ini sangat relevan dengan visi pemerintah saat ini,”ujar Sekkab Bulukumba A Bau Amal. Dia berharap proyek ini dapat bermanfaat bagi para petani, termasuk kelompok perempuan dan LSM, para asosiasi pedagang dan pelaku pasar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel