Kontak Tani dan Nelayan Andalan

Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel menolak rencana pemerintah yang akan mengimpor garam tahun ini. Sebab, produksi garam Sulsel bisa mencukupi membutuhkan di daerah ini. Secara nasional, impor garam memang tidak bisa dihindari. Namun khusus Sulsel, kami bisa mencukupi kebutuhan kami sendiri.

Karena itu, kami menolak adanya garam impor masuk ke Sulsel,” kata Ketua KTNA Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar,kemarin. Luas lahan untuk produksi garam yang ada di Kabupaten Jeneponto dan Takalar sekitar 350.000 ha. “Produksi sebanyak 5 ton per ha. Jika dijumlahkan, totalnya mencapai 1,75 juta ton,”paparnya.

Rahman mengatakan, untuk konsumsi garam, Sulsel membutuhkan sekitar 10 kg per orang per tahun.Menurutnya, dengan jumlah penduduk 8 juta jiwa, masih ada sekitar 21 kg garam untuk persediaan. “Artinya, tidak pernah ada kekurangan,” ujarnya. Dengan asumsi seperti itu, KTNA terang-terangan menolak jika harus ada garam impor yang masuk ke Sulsel.“Tidak ada gunanya produksi garam lokal kalau terus-terusan impor,” tandasnya.

Menurutnya, yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mencari formula yang tepat untuk meningkatkan standar mutu garam Sulsel. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Ahmad Habib menjelaskan, hingga sekarang belum tahu soal rencana impor garam itu.

“Kami belum dapat surat perintahnya,”paparnya. Namun, dia memastikan bahwa garam impor yang akan masuk ke Sulsel bukan untuk konsumsi rumah tangga.“Kalau memang akan masuk, garam tersebut untuk kebutuhan industri,”tuturnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel