Industri Otomotif Indonesia

Industri otomotif di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 5 persen akibat shutdown atau penutupan layanan pemerintahan Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Pengamat otomotif Suhari Sargo mengatakan industri otomotif menurun sekitar 5 persen. Hal ini karena industri otomotif Indonesia lebih banyak didominasi Jepang bahkan sejak era 1970-an.

Mulai 2009, kata dia, beberapa merk mobil besutan Amerka Serikat seperti Chevrolet, Volvo dan Ford kembali merambah pasar mobil Indonesia. Namun mobil-mobil itu tidak langsung diproduksi dari negara asalnya. Melainkan dengan mendirikan pabrik perakitannya di Thailand dan Indonesia.

Saat layanan pemerintah Amerika Serikat sudah dibuka kembali pada 18 Oktober 2013 lalu, Suhari menuturkan belum nampak perkembangan pada industri otomotif Indonesia yang menurun sebanyak 5 persen. “Perlu waktu untuk lihat perbaikannya,”ujarnya saat dihubungi Sabtu 19 Oktober 2013. Produsen mobil asal AS setelah mengalami shutdown tentunya harus kembali membangun kepercayaan konsumen dan memperbaiki jaringannya.

Ia menjelaskan pasar mobil Amerika Serikat di Indonesia sebetulnya sudah tersendat sejak 25 tahun lalu. Bahkan industri otomotif dalam negerinya sampai mendapatkan bantuan dari pemerintahnya. Hal ini karena industri otomotif dalam negeri Amerika Serikat sudah digerogoti oleh mobil-mobil besutan negara lain seperti Jepang, Jerman dan lain-lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel